Ribuan Buruh Akan Melakukan Pemogokan, Politisi Demokrat: Buah Terburu-buru Undang-Undang Penciptaan Lapangan Kerja

Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ribuan buruh telah dan akan melakukan sejumlah aksi di beberapa daerah, sebagai bentuk penolakan kenaikan upah minimum 2022 yang dinilai jauh dari harapan.

Melihat aksi buruh tersebut, Wakil Sekjen Partai Demokrat Irwan menilai aksi buruh tersebut merupakan buah dari serbuan Undang-Undang Penciptaan Lapangan Kerja (UU Ciptaker) yang diusulkan pemerintahan Presiden Jokowi oleh DPR RI. .

Menurut Irwan, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan sebagai turunan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penciptaan Lapangan Kerja tidak lagi memberikan ruang bagi negosiasi bipartit.

Baca juga: Pengawal Putusan Gugatan Cipta Kerja, Ribuan Buruh Besok Jadi Geruduk MK

“Sehingga dalam penetapan pengupahan, proses demokrasi dan ruang dialektika tertutup terhadap UU Ciptaker dan turunannya,” kata Irwan kepada wartawan, Kamis (25/11/2021).

Irwan mengatakan UU Ciptaker terbukti memberikan ruang bagi buruh untuk berunding dan memastikan bagaimana kondisi riil di lapangan yang dialami buruh saat ini.

Pasalnya, penghitungan upah minimum hanya berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Baca juga: KSPI Sebut Upah Tenaga Kerja Indonesia Masih Di Bawah Vietnam

“Yang dikhawatirkan Fraksi Partai Demokrat saat penetapan UU Ciptaker, hari ini akhirnya terjadi, terutama untuk upah buruh murah. Masa depan buruh terkubur di bawah UU Ciptaker,” kata Irwan.

The post Ribuan Buruh Akan Melakukan Pemogokan, Politisi Demokrat: Buah Terburu-buru Undang-Undang Penciptaan Lapangan Kerja appeared first on SharingMedia.co.

Gulir ke Atas